(Alm.) ayah saya menghadiahkan satu set komik epik MAHABHARATA karya bpk. RA. KOSASIH pada ulang tahun saya kelima. Sungguh perasaan yang luar biasa. Suatu epik, sebuah karya sastra tinggi sepanjang zaman itu bisa dinikmati seorang anak kecil yang baru bisa membaca. 4 jilid buku besar dan tebal itu telah membawa saya bertualang ke dunia yang tidak pernah seorangpun perlu menunjukkannya. Dan mungkin pada saat itulah saya memutuskan untuk jatuh cinta pada komik.
Siapa yang tidak tahu cerita bergambar (cergam) atau yang lebih dikenal dunia dengan sebutan komik? Paparan gambar/ilustrasi dengan balon-balon dialog merupakan ciri khasnya yang tidak dapat dipisahkan. Konon, pada zaman orang tua kita, cergam atau komik disebut sebagai buku cerita kelas dua dan tidak mendidik. Namun demikian, cergam/komik selalu memiliki pangsa pasar tersendiri. Seiring perkembangan zaman, saat ini komik berada di lapisan terdepan penjualan buku, jauh meninggalkan buku-buku jenis lainnya.
Jeng, inget nggak yang aku cerita liat jejeran komik Indonesia di Toko Gramedia? Kan aku janji bahas nih ma kamu (kalau ketemuan) tapi nyatanya dikau begitu sibuk, ya sudahlah.. aku bahas disini aja secara sepihak.

